Nasib Gajah Tikiri Sri Lanka

Nasib Gajah Tikiri Sri Lanka – Gajah merupakan simbol kemuliaan dan kemakmuran di Negara Sri Lanka. Pada Negara tersebut, gajah diperlakukan sangat baik dan diberi makan yang cukup tentunya. Namun bagaimana ceritanya jika seekor gajah mengalami keadaan yang berlawanan dengan gajah pada umumnya? Gajah identik dengan badan yang besar dan bobot yang sangat berat. Namun apa jadinya jika gajah yang seharusnya berwujud seperti itu malah sebaliknya, yaitu berbadan kurus dan memiliki bobot yang tidak normal. Itulah yang dialami oleh gajah bernama Tikiri. Tikiri merupakan salah satu gajah yang biasa diikutsertakan dalam pawai Budha dan melakukan berbagai atraksi pertunjukan. Sebelumnya masyarakat tidak mengetahui hal tersebut, sampai sebuah foto beredar yang menampilkan wujud sebenarnya gajah tersebut. foto hasil jepretan salah satu media professional yang meliput mengenai acara pawai tersbeut, memperlihatkan badan Tikiri yang kurus kering hingga bagian tulang rusuk dan tulang kepalanya sangat terlihat. Memang terlihat miris jika melihat foto Tikiri tersebut. Beredarnya foto tersebut tentunya memicu kemarahan pihak masyarakat dan para aktivis binatang mengingat gajah merupakan simbol kemakmuran dan kemuliaan di Negara tersebut.

Masyarakat berharap yang terbaik bagi Tikiri, dengan membiarkan Tikiri untuk hidup bebas di cagar alam yang dilindungi dan tanpa perlu diikat dengan rantai. Selama ini penonton pawai hanya tahu bahwa gajah tersebut selalu menarik karena mempertunjukan atraksi yang menakjubkan. Namun pada kenyataannya, Tikiri memiliki tubuh yang sangat kurus kering dimana tulang belulangnya sampai terlihat. Terlihat sangat berlawanan dengan gajah lainnya. Bukan hanya itu saja, Tikiri juga selalu dirantai, baik pada leher maupun pada kakinya. Bahkan saat pawai berlangsung juga, penonton tidak melihat rantai yang merantai Tikiri karena kenikmatan dan keseruan acara yang dihadirkan. Dengan atraksi yang dihadirkan pawai tentunya membuat penonton terhipnotis dan tidak memperhatikan keadaan Tikiri yang sesungguhnya.

Melalui gambar miris Tikiri yang memilukan tersebut, bukan hanya membuat geram masyarakat biasa saja, banyak aktivis binatang yang menganggap hal tersebut sebagai hal yang diluar wajar. Belum lagi, seperti yang sudah disebutkan, Tikiri merupakan gajah yang selalu berpartisipasi dalam pawai Budha, otomatis harus menjalankan pelatihan sebelum pawai tersebut dilaksanakan. Pelatihan biasanya dilakukan 10 hari sebelum acara dilaksanakan. Dalam kasus tersebut, Tikiri tentu saja harus menjalani pelatihan tanpa henti selama 10 hari. Bukan hanya itu saja, dari berita yang didapat dalam media sosial, Tikiri tidak hanya harus melakoni latihan tanpa henti sebelum acara pawai, Tikiri juga harus dirantai selama proses pelatihan dan juga pemberian makanan yang tidak cukup. Tentu saja hal tersebut menyulut kemarahan para aktivis binatang dan menyuarakan petisi untuk menghentikan eksploitasi terhadap Tikiri dan membiarkannya hidup dalam kebebasan dengan aman mengingat gajah tersebut sudah berusia 70 tahun dan sangat rapuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *