Sri Lanka Kecam Eksploitasi Gajah Tikiri

Sri Lanka Kecam Eksploitasi Gajah Tikiri – Di Negara Sri Lanka, gajah merupakan simbol kemuliaan, kemakmuran dan kejayaan. Hal ini sangat dibenarkan pada ajaran Budha dan sikap sosial atau pola pemikiran masyarakat Sri Lanka yang sudah menganggap gajah merupakan simbol dari kemuliaan. Namun pada kenyataannya, masih banyak perlakuan manusia yang tidak beradap terhadap makhluk besar tersebut. Seperti kejadian yang baru-baru ini terjadi di Sri Lanka. Kejadian dimana, seekor gajah bernama Tikiri yang mengalami ketidakadilan atau penyiksaan oleh manusia. Gajah bernama Tikiri yang berusia 70 tahun tersebut, memiliki wujud yang sangat kurus sehingga bagian tulang pada gajah tersebut sangat terlihat dari badan hingga kepala. Keadaan gajahbernama Tikiri tersebut, diketahui oleh masyarakat Sri Lanka melalui foto dan video yang beredar. Dalam foto tersebut, menampilkan Tikiri yang sedang dirantai pada bagian leher dan kakinya serta sedang menimati makanan dari kuil yang tidak diketahui lokasinya.

Dengan foto dan video yang beredar tersebut, tentu saja membuat geram masyarakat yang ada, terutama pada tim pecinta binatang atau bagian perlindungan hewan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Gajah bernama Tikiri yang saat ini berusia 70 tahun tersebut, sudah sering mengikuti pawai Budha yang dilakukan setiap tahun. Para penonton atau wisatawan tentunya tidak mengetahui hal tersebut, mengingat pada pawai yang berlangsung, gajah yang mengikuti acara tersebut harus didandani dengan indah agar menarik dilihat sekaligus dikenakan kain atau jubbah yang mencolok dan berwarna terang. Dengan keadaan yang seperti itu terlihat dalam pawai, tentu saja penonton tidak akan bisa melihat wujud asli dari gajah Tikiri tersebut.

Sri Lanka Kecam Eksploitasi Gajah Tikiri

Para aktivis yang mencintai binatang tentu saja langsung mengadakan unjuk rasa untuk menghentikan eksploitasi terhadap gajah Tikiri maupun gajah lainnya. Pasalnya, para gajah yang mengikuti pawai tersebut, harus berlatih tanpa henti dan bagian kaki mereka harus dirantai demi menjaga keamanan dan ketertiban acara pawainya. Para pengunjuk rasa termasuk para anggota agen sbobet yang turun mengadakan orasi, juga mengadakan petisi untuk menghentikan eksploitasi terhadap gajah, terutam Tikiri yang keadaannya mengenaskan. Pihak aktivis meminta pemerintah untuk membiarkan Tikiri hidup dalam cagar alam yang bebas namun terlindungi sekaligus mendapat perawatan yang terbaik mengingat usia gajah tersebut sudah mencapai 70 tahun. Mereka berharap Tikiri dapat menikmati sisa hidupnya dengan damai tanpa harus menjalani latihan berat dalam pawai yang diadakan setiap tahun. Kondisi gajah yang sudah berusia 70 tahun tersebut dan sudah sangat rapuh, tentunya tidak akan mampu lagi jika harus mengikuti acara pawai yang akan diadakan tahun depan.

Mengenai petisi yang diedarkan untuk menghentikan eksploitasi binatang tersebut, terutama pada Tikiri, saat ini sudah mencapai sekitar 8000 tanda tangan. Tentunya pemerinta Sri Lanka tidak boleh diam saja dengan keadaan yang ada mengingat gajah dianggap sebagai simbol kemuliaan dan kemakmuran di Negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *